//
you're reading...
Marketing, Research, Social/Politic

Milenial adalah Seorang Data Scientist

datascience

Awal bulan juli lalu saya iseng mengetik kata kunci “data analytic conference” dimesin pencari google, hasilnya cukup mengagetkan. Konferensi terkait data analytic, big data, dan segala topik yang terkait data ternyata sangat banyak dilakukan di berbagai negara. Konferensi itu selalu ramai diserbu oleh kalangan profesional yang ingin tau dan belajar segala hal terkait data.

Profesi sebagai data scientist saat ini memang sedang laris, bahkan menurut LinkedIn data scientist menduduki peringkat pertama sebagai profesi yang paling banyak dicari sekaligus juga sebagai salah satu profesi dengan bayaran tertinggi di dunia.

Data scientist adalah profesi multidisipliner yang menggabungkan kemampuan statistik, matematik, programing, dan visual grafis. Di era ledakan data sekarang ini seorang data scientist mampu merekonstruksi data yang sangat melimpah kemudian memformulasikan dan menganilasa data tersebut untuk pengambilan keputusan. Seorang data scientist juga dituntut mampu mengkomunikasikan data tersebut secara baik sehingga pengambil keputusan mampu melakukan pengambilan keputusan secara mudah dan cepat. Disinilah kemampuan visual grafis berperan.

Banyak orang salah mengira bahwa data scientist hanya terkait data yang bersumber dari internet atau social media. Padahal tidak, siapapun atau perusahaan yang memiliki database pelanggan, seperti perbankan, insurance, otomotif, dll bisa menggunakan data scientist.

Pengalaman saya di Alvara Analytic menangani beberapa klien, pekerjaan paling menjemukan adalah saat merekonstruksi database mereka. Tahap awal ini suka tidak suka harus dilakukan karena tahapan ini sangat penting untuk sukses atau tidak tahap-tahap berikutnya.

Seorang data scientist harus mampu meramalkan/memprediksi berdasarkan sekian banyak data yang sudah dianalisis. Percuma saja kalau output yang dihasilkan seorang data scientist hanya sebatas analisa deskriptif.

Lalu siapa yang cocok menjadi seorang data scientist?. Dengan lugas saya mengatkan Generasi Milenial lah yang paling pas untuk menyandang profesi data scientist, karakter milenial yang creative, confidence, dan conected sangat cocok untuk menjadi seorang data scientist. Selain itu hanya generasi milenial lah yang mampu mengikuti arus data dan informasi yang sangat cepat. Mereka juga masih memiliki energi berlebih untuk kepo “melototin” angka-angka dari sekian banyak data yang ada.

Gen X juga sebenarya masih bisa menjadi seorang data scientist, tapi tidak akan bisa maksimal, karena alam pikiran Gen X masih terbebani oleh pola pikir analog dimasa lalu.

Saya juga mengamati beberapa teman yang sekarang menduduki posisi sebagai data scientist di perusahaan berbasis online di Indonesia seperti traveloka, gojek, dll adalah seorang milenial.

Akhirnya, peluang sebagai seorang data scientist harus diambil oleh generasi milenial Indonesia karena ini merupakan trend dunia. Ketika kita baru bicara soal big data, dibelahan dunia lain sudah mulai bicara soal machine learning. Trend yang bergerak terus maju dan tidak bisa kita hindari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: