//
you're reading...
Economy, Research

Indonesia Bukan Sekedar Jakarta

Profesi sebagai researcher menuntut saya sering bepergian ke luar kota ke berbagai pelosok Indonesia. Sudah lebih dari 20 Provinsi di Indonesia yang sudah saya kunjungi dalam 10 tahun terakhir ini, hanya beberapa provinsi di Indonesia Timur yang masih menunggu untuk didatangi ditahun-tahun mendatang.

Mengunjungi daerah merupakan aktivitas yang menyenangkan karena kita bisa mengenal berbagai adat istiadat, kebiasaan, dan suku yang beragam. Makan Soto Banjar di tepi sungai Barito di Banjarmasin, “nyruput kopi Osing di kaki Gunung Ijen, Banyuwangi, “nyicipi” durian ucok di Medan, atau sekedar duduk ditepi pantai sambil melihat anak-anak Kampong Bajo bermain pasir di Wakatobi Sulawesi Tenggara.

Namun akhir-akhir ini ketika saya berkunjung ke daerah ada sesuatu yang hilang, keragaman bahasa mulai berkurang, anak Madura misalnya, sudah mulai akrab dan terbiasa menggunakan “lu’, “gue” dalam bahasa pergaulan sehari-hari mereka. Saya kemudian menduga TV sebagai penyebabnya, melansir data Nielsen konsumsi media TV di Indonesia mencapai 95% ditahun 2014, TV telah menjangkau seluruh pelosok negeri, karena itu TV juga memiliki peran penting dalam merubah perilaku dan kebiasaan masyarakat.

Kita meilihat acara TV yang sangat Jakarta sentris membuat membuat sebagian besar dari masyarakat bermimpi menjadi orang Jakarta. Gaya hidup laksana orang Jakarta menjadi pilihan meski kadang bertolak belakang dengan kemampuan mereka.

Bila kita melihat data BPS, terdapat jurang yang tajam dari sisi ekonomi antara Jakarta dan wilayah lain di Indonesia. Income per capita penduduk Jakarta tahun 2016 US$ 9,984 bandingkan dengan income per capita Indonesia yang hanya US$ 3,834 tahun 2015.

Sama halnya kalau kita lihat Ginie Index Indonesia yang lumayan tinggi dikisaran 0.39 yang menunjukkan ketimpangan antara si kaya dan si miskin di Indonesia cukup tinggi.

Bagaimana dengan distribusi proporsi pengeluaran penduduk Indonesia?. Berdasar data Susenas BPS tahun 2016, Alvara Research Center mencoba membandingkan tingkat pengeluaran penduduk Indonesia dan  Jakarta. Kami membagi klasifikasi tersebut berdasarkan pengkalisifikasian proporsi kelas menengah.

Penduduk yang pengeluaran per hari dibawah US$ 2 diklasifikasikan sebagai penduduk miskin, pengeluaran US$ 2 – 4 sebagai kelas menengah bawah, US$ 5 – 10 kelas menengah, US$ 11 – 20 kelas menengah atas, dan pengeluaran > US$ 20 sebagai penduduk super kaya.

Hasilnya bisa dilihat di grafik dibawah ini, sekali terlihat perbedaan yang tajam antara proporsi pengeluaran penduduk Jakarta dan Indonesia. Sebagian besar penduduk Jakarta (48.5%) masuk dalam kategori kelas menengah dengan pengeluaran US$ 5 – 10 per hari. Sementara Penduduk Indonesia sebagian besar masih berada di kelas menengah bawah dan miskin. Bahkan kalau dibandingkan dengan Provinsi Jawa Timur, Jakarta jauh lebih “makmur”.

KELAS MENENGAH

Dari data tersebut semakin jelas betapa kekuatan kelas menengah menjadi faktor yang sangat penting di Jakarta, kelas menengah yang memiliki uang belebih dan daya beli yang tinggi. Selain itu konsumsi internet yang tinggi disertai keaktifan mereka di sosia media membuat mereka sangat mewarnai dunia maya Indonesia

Membaca data ini kita bisa simpulkan bahwa kita tidak bisa terlalu melihat Indonesia dari kacamata Jakarta, karena akan membuat kita salah arah dalam melihat Indonesia seutuhnya. Setiap daerah memiliki keunikan dan juga masalahnya sendiri-sendiri.

Karena itu percepatan pembangunan daerah harus disegerakan agar jurang antara Jakarta dan daerah-daerah lain semakin kecil. Pembangunan infrastruktur hanyalah pintu masuk untuk lebih meratakan kesejateraan untuk seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: