//
you're reading...
Uncategorized

Pasar Kelas Menengah Muslim Yang Menggiurkan

Setiap kali kita bepergian melalui Bandara Soekarno-Hatta Jakarta melalui Terminal 2, kita akan banyak menyaksikan serombongan orang berbaju batik dan berbaju muslim/muslimah, ya mereka adalah rombongan yang akan melakukan ibadah umroh ke tanah suci Mekkah dan Madinah. Sejak 2 tahun terakhir terjadi peningkatan signifikan keberangkatan jamaah umroh ke tanah suci. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta saja tapi juga terjadi di berbagai bandara internasional di kota-kota lain di Indonesia, sehingga penerbangan ke Arab Saudi sekarang tidak hanya dari Bandara Soekarno-Hatta saja tapi juga dari bandara-bandara lain seperti Bandara di Surabaya, Makassar, Balikpapan, dan Medan.

Menurut catatan Kantor Urusan Haji Kementrian Agama Republik Indonesia, tahun 2015 rata-rata setiap bulannya tercatat 5,602 jamaah umroh Indonesia yang berangkat ke tanah suci. Ada 3 faktor yang menyebabkan kenaikan jamaah umroh secara signifikan ini, Pertama, karena adanya trend antrian keberangkatan Haji yang sangat lama, rata-rata antian keberangkan jamaah Haji Indonesia lebih dari 10 tahun, jadi mereka sembari menunggu antrian Haji, mereka sempatkan untuk berangkat lebih dulu untuk berangkat umroh.

Kedua, agresifnya biro haji umroh menawarkan berbagai paket umroh baik umroh paket hemat sampai paket premium, selain itu paket perjalanan umroh yang disambung dengan perjalanan wisata ke negara-negara di Timur Tengah seperti Turki, Mesir, dan Dubai berhasil memikat penduduk muslim melakukan perjalanan umroh. Ketiga, meningkatnya jumlah kelas menengah muslim Indonesia yang berimplikasi terhadap meningkatnya daya beli penduduk muslim Indonesia. Meningkatnya pendapatan kelas menengah Indonesia menyebabkan perjalanan umroh bukan lagi barang mewah yang sulit dijangkau.

Pasar Kelas Menengah Muslim Terus Tumbuh

Tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Penduduk muslim tersebar baik di desa maupun di kota. Menurut Sensus Penduduk BPS tahun 2010, penduduk Indonesia yang beragama Islam sebanyak 87,7% atau 207 juta jiwa lebih. Selain itu corak muslim di Indonesaia juga sangat beragam, baik dari segi ritual maupun aliran keagamaan.

Di Indonesia pertumbuhan populasi masyarakat kota (urban population) di Indonesia sebesar 4.2%  per-tahun yang telah melebihi China dan India sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar didunia. Tingkat pertumbuhan urban population yang tinggi ini, menjadikan populasi masyarakat kota melebihi jumlah penduduk desa. Prediksi yang dilakukan Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa pada tahun 2035 pupulasi Indonesia yang tinggal di perkotaan mencapai 66,6%

Kenapa informasi penting? Perbedaan antara kota dan desa bukan sekedar perbedaan geografis saja tapi lebih jauh dari itu adalah perbedaan karakter, pola pikir, mental, gaya hidup, dll. Orang kota cenderug invidualis, sementara orang desa komunalis. Orang kota cenderung berpandangan terbuka, sementara orang desa tertutup. Orang kota cenderung menempatkan materi diatas segalanya, sementara orang desa tidak, dan masih banyak perbedaan-perbedaan yang lain.

Berbekal data BPS kami mulai menghitung dan memprediksi tahun 2020, dengan asumsi 56.7% penduduk Indonesia berada di kota, jumlah umat islam yang tinggal di kota hampir 137 juta jiwa, sementara yang tinggal di desa 104 juta jiwa. Trend ini akan terus berlanjut, penduduk yang tinggal di kota – termasuk umat islam – akan semakin membesar.

 Kembali ke soal karakter masyarakat kota tadi maka kita bisa lihat corak keberagamaan muslim kota yang cocok dengan karakter tersebut laku keras dikalangan muslim kota. Masyarakat kota juga biasanya lebih suka sesuatu yang simbolik, karena itu simbol-simbol agama yang menunjukkan kesalehan banyak kita lihat di muslim kota.

Simbol-simbol agama itu berkorelasi dengan konsumerisme dikalangan muslim kota, kesadaran terhadap produk halal meningkat meskipun juga agak kebablasan, gerai dan toko pakaian muslim dan hijab merebak bak cendawan di musim hujan. Acara-acara TV juga dibanjiri berbagai hal yang berbau “islami”, dulu acara islami hanya bisa kita temui selama bulan ramadlan, kini sepanjang tahun sinetron-sinetron di televisi hampir semuanya sinetron religi.

Gairah kebaragamaan juga kita bisa lihat dengan semakin maraknya perempuan yang mengenakan jilbab, dengan menggunakan trademark baru yang bernama hijab kini perempuan muslimah Indonesia tidak malu-malu lagi bergaya dengan pakaian hijabnya. Bagi mereka hijab bukan sekedar pakaian yang menutup aurat tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup muslimah masa kini.

Bagaimana dengan potensi pasar kelas menengah? Data yang kami olah dari BCG menunjukkan potensi pertumbuhan kelas menengah di Indonesia cukup fantastis, Prediksi yang dilakukan BCG menunjukkan ditahun 2020 jumlah kelas menengah Indonesia mencapai 62,8% dari 267 juta jiwa total populasi penduduk Indonesia. Data ini juga menunjukkan proporsi kelas menengah atas (upper middle) sebesar 18,4%, kelas menengah (middle) 25,5%, dan kelas menengah kebawah (emerging middle) sebesar 18,9%.

Kategorisasi kelas menengah ini berdasarkan data pengeluaran keluarga per bulan yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Emerging middle, apabila pengeluaran keluarga per bulan sebesar 1,5 – 2 juta. Middle, apabila pengeluaran keluarga per bulan sebesar 2 – 3 juta per bulan. Dan Upper Middle apabila pengeluaran keluarga per bulan sebesar 3 – 5 juta.

Bila kita fokuskan terhadap kelas menengah muslim saja, dengan asumsi penduduk islam Indonesia sebesar 87,7% maka penduduk Islam Indonesia di tahun 2020 akan mencapai 233 juta jiwa dan dengan menggunakan data proporsi kelas menengah dari BCG  tersebut diatas sebesar 62,8% maka jumlah penduduk kelas menengah muslim Indonesia di tahun 2020 diprediksikan akan mencapai jumlah 147 juta jiwa, dengan perincian kelas menengah atas muslim sebesar 27 juta, kelas menengah muslim 37,5 juta, dan kelas menengah bawah muslim 27,7 juta jiwa. Potensi pasar yang gemuk dan menggiurkan ini sudah selayaknya menjadi perhatian para pemasar.

Potensi pasar kelas menengah muslim yang tinggi tersebut sangat penting untuk diperhatikan, bukan saja karena mereka sudah memiliki daya beli yang cukup tinggi tapi mereka juga memiliki karakteristik konsumen yang agak berbeda dengan konsumen secara umum.

Kelas menengah muslim selain peduli dengan produk dan layanan prima juga sangat memperhatikan aspek spritualitas dalam setiap produk dan layanan yang mereka gunakan. Sebagai contoh dalam produk kosmetik, selain memperhatikan kualitas kosmetik yang mereka gunakan, kelas menengah muslim juga mulai memperhatikan mana kosmetik mana yang halal dan mana yang tidak. Kesadaran akan produk halal semakin meningkat di kalangan kelas menengah muslim Indonesia.

Bulan Puasa adalah Bulan Belanja

Pasar kelas menengah muslim semakin menggeliat ketika bulan puasa Ramadlan semakin dekat, kebutuhan akan berbagai produk dan jasa meningkat tajam selama Bulan Ramadlan sampai Hari Raya Idul Fitri. Produk-produk terkait makanan dan minuman semakin diburu untuk keperluan buka puasa, permintaan akan produk baju dan apparel juga meningkat menjelang lebaran.

Mall-mall dan pusat-pusat perbelanjaan mulai bersolek dan menawarkan berbagai program-program belanja untuk menarik perhatian konsumen, hotel-hotel juga memberikan berbagai paket ramadlan mulai dari paket buka puasa bersama sampai sahur bersama. Semakin mendekati hari Lebaran, permintaan produk terkait keperluan mudik seperti transportasi, akomodasi, juga meningkat. Mudik sudah menjadi festival tahunan masyarakat muslim Indonesia.

Fenomena ini didukung oleh data dan insight yang dirillis Google.  Pada laman techinsaia.com disebutkan bahwa perilaku online masyarakat Indonesia berubah ketika memasuki Bulan Ramadlan, intensitas pencarian terkait berbagai produk dan barang di internet meningkat tajam ketika memasuki Bulan Ramadlan. Yang menarik dilaporan itu juga disebutkan bahwa konsumsi masyarakat Indonesia terhadap online video dari Youtube juga meningkat tajam, lama menonton video di youtube rata-rata meningkat 13% selama bulan Ramadlan.

Oleh: Hasanuddin Ali
CEO and Founder
Alvara Strategic Research
*Tulisan ini juga bisa dibaca di buku #GEN-M
Advertisements

Discussion

One thought on “Pasar Kelas Menengah Muslim Yang Menggiurkan

  1. iya kak karena bulan ini bulannya penuh berkah dan banyak yg berkumpul sama keluarganya

    Posted by Hijab Indonesia | May 31, 2017, 4:46 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: