//
you're reading...
Media, Research, Social/Politic

[Survey] 1 Dari 4 Orang adalah Copaser

Gairah keberagamaan masyarakat muslim Indonesia memang sedang tinggi-tingginya saat ini, masyarakat muslim berduyun-duyun mendatangi berbagai majelis taklim dan pengajian yang bisa berlangsung seminggu sekali, mereka juga tidak malu-malu lagi menampailkan simbol-simbol dan identitas keislaman mereka didepan publik.

Gairah itu juga kita bisa lihat di social media seperti Facebook atau Twitter, status tentang keagaaman banyak menghiasi social media Indonesia, bahkan kadang perdebatan tentang isu-isu keagaman berlangsung sangat keras di social media, masing-masing mengajukan berbagai argumentasi yang mereka yakini kebenaranya. Hal yang sama juga terjadi di messaging seperti Whatsapp dan BBM, perdebatan soal agama juga sering mewarnai WA Group, bahkan perdebatan itu kadang memicu perselisihan dan retaknya hubungan pertemanan.

Salah satu perilaku pengguna internet Indonesia yang sering kita temui di social media/messaging adalah perilaku sharing informasi/status, kita bisa amati sering kali pengguna internet dengan gampang menshare informasi yang diterima ketika informasi itu sesuai atau mendukung apa yang mereka yakini, tanpa terlebih dahulu mengecek kebenaran informasi tersebut. Di WA grup juga terjadi hal yang sama, budaya copas terjadi dimana-mana, informasi secepat kilat berpindah dari WA Grup satu ke WA Grup lain.

Lalu sebenarnya bagaimana perilaku sharing informasi keagaamaan dikalangan muslim Indonesia, survei yang dilakukan Alvara Research Center tahun 2016 terhadap 1085 responden ini menunjukkan bahwa 1 dari 4 orang menyatakan akan menshare/copas informasi keagamaan yang mereka peroleh di social media ataupun WA Grup, dari hasil survei ini kita melihat perilaku yang hampir sama antara di social media dan messaging.

Copas.jpg

Hasil survei ini juga menjelaskan bahwa lebih dari 50% menyatakan mereka membaca broadcast/status terkait informasi keagamaan yang mereka terima, namun mereka tidak menshare kembali informasi tersebut. Yang menarik ada 14% orang di social media dan 17% orang di messaging yang cuek, mereka tidak membaca dan menshare informasi yang mereka terima tapi ada juga temuan yang mencengangkan bahwa sekitar 7% dari mereka langsung menshare/copas informasi tersebut tanpa membaca terlebih dahulu informasi keagaamaan yang mereka terima

Membaca hasil survei ini tentu kita langsung bisa melihat betapa berisiknya social media kita, pergerakan informasi sedemikian cepatnya hingga kita semakin sulit membedakan mana informasi yang benar dan mana yang salah. Karena itu sebagaimana yang saya tulis di artikel Class of We: Ketika Publik Yang Semakin Terbelah, butuh kearifan terhadap setiap informasi yang kita terima, kita perlu check and recheck terhadap informasi yang kita terima dan kemudian kalau ingin menshare pastikan informasi itu berguna buat orang lain.

 

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: