Beberapa hari yang lalu Kemendikdasmen mengumumkan hasil TKA untuk SD dan SMP, sebelumnya akhir tahun lalu hasil TKA SMA juga sudah diumumkan. Perhatian publik biasanya langsung tertuju pada siapa yang tertinggi dan siapa yang terendah. Padahal, angka-angka ini menyimpan cerita yang jauh lebih kompleks daripada sekadar peringkat. Di balik setiap skor terdapat gambaran tentang kualitas pembelajaran, kondisi sosial-ekonomi daerah, ketersediaan guru, hingga kesempatan belajar yang diterima oleh jutaan anak Indonesia.

Tahun ini, untuk pertama kalinya kita memiliki potret yang relatif lebih komprehensif mengenai kompetensi akademik siswa Indonesia melalui hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) dari 38 provinsi. Data ini memberikan kesempatan yang sangat berharga untuk melihat pendidikan Indonesia secara lebih jernih, bukan hanya melalui lensa kompetisi antardaerah, tetapi juga melalui pola-pola yang selama ini tersembunyi di balik angka rata-rata nasional.

Dalam laporan ini, saya mencoba membaca data TKA dengan pendekatan yang lebih mendalam menggunakan berbagai metode analisis data, mulai dari analisis deskriptif, clustering, Principal Component Analysis (PCA), hingga regresi linier. Tujuannya untuk memahami apa yang sesungguhnya sedang terjadi dalam sistem pendidikan Indonesia dan di mana letak tantangan terbesar yang perlu mendapat perhatian bersama.

Hasilnya menghadirkan sejumlah temuan yang menarik. Di antaranya adalah munculnya Bahasa Inggris SMA sebagai titik terlemah dalam peta kompetensi nasional, kuatnya hubungan antara kualitas pendidikan dasar dengan capaian pendidikan menengah, serta fakta bahwa kesenjangan pendidikan antara Jawa dan luar Jawa ternyata berakar pada fondasi literasi sejak jenjang sekolah dasar. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan pendidikan Indonesia tidak hanya berkaitan dengan mutu, tetapi juga pemerataan mutu.

Saya berharap tulisan ini dapat menjadi bahan refleksi bagi para pengambil kebijakan, praktisi pendidikan, akademisi, orang tua, maupun masyarakat luas. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat hanya dalam satu tahun atau satu generasi. Karena itu, memahami data dengan baik adalah langkah awal untuk memastikan setiap anak Indonesia, di mana pun mereka dilahirkan, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.

Leave a comment

Selamat datang bagi yang suka dengan data dan analisis seputar dunia pemasaran, sosial politik, dan digital

Let’s connect