Tiga Model Wisata Dimasa Pandemi

Sektor pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak pandemi covid19, tidak hanya di Indonesia, tapi juga diseluruh dunia. Semua negara membatasi arus keluar masuk orang ke negaranya, mereka hanya memberi izin hanya untuk kepentingan mendesak saja, itupun setelah melalui prosedur protokol kesehatan yang sangat ketat.

Terpuruknya sektor pariwisata berdampak cukup besar pada sektor lain seperti transportasi, kuliner, dan UMKM yang memproduksi souvenir dan oleh-oleh. Data yang dirilis BPS menunjukkan selama bulan April-Mei 2020 terjadi penurunan yang sangat tajam terkait jumlah penumpang pesawat terbang dan tingkat hunian hotel berbintang. Bali yang menggantungkan ekonomi dari sektor pariwisata terdampak sangat dalam.

Disisi lain pembatasan sosial berakibat pada tekanan psikis publik, Kebutuhan berwisata ditengah masyarakat kita sangat tinggi, baik untuk sekedar menghilangkan kejenuhan atau juga untuk menyegarkan pikiran.

Survei yang dilakukan alvara sejak April hingga Juni 2020 selalu menunjukkan temuan bahwa wisata selalu menjadi keinginan utama publik ketika new normal atau pun bila pandemi berakhir. Hasil survei ini selaras dengan fenomena yang kita temui dalam 1 bulan terakhir, beberapa tempat wisata mulai didatangi pelancong, atau trend bersepeda yang kembali ramai digandrungi publik.

Berwisata dimasa pandemi memang tidak akan pernah sama dengan sebelum pandemi, protokol kesehatan yang ketat dan adanya kekhawatiran publik tertular covid-19 menjadi tantangan tersendiri. Karena itu tidak semua wisata bisa dilakukan dimasa pandemi, terutama wisata yang berbasis kerumunan.

Ada tiga model wisata yang menjadi trend wisata dimasa pandemi, Yaitu Nature (Alam), Adventure (Petualangan), dan Local (Lokal), disingkat NAL Tourism.

Ketiga trend wisata tidak hanya popular di Indonesia, tapi juga di beberapa negara lain yang memiliki sumber daya wisata alam, seperti negara tetangga kita Malaysia dan Thailand.

Model wisata ini menjadi alternatif wisata yang berbasis kerumunan seperti pertunjukan musik, konvensi, eksibisi, dan tempat bermain.

Nature Tourism

Wisata Alam seperti pegunungan dan pantai menjadi wisata alam favorit publik berdasarkan survei Alvara Research Center bulan Juni 2020. Pemeritantah sejak bulan juli telah memmebuka beberapa destinasi wisata alam, seperti Banyuwangi dan Bali dengan protokol keseahatan yang sangat ketat. Pembukaan wisata inipun akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan tidak ada penularan covid-19

Adventure Tourism

Wisata berbasis petualangan mulai dilirik wisatawan. Dulu wisata petualangan hanya menarik minat mereka yang suka tantangan namun kini berwisata seperti hiking, camping bersama keluarga, atau grup kecil pertemanan juga diminati masyarakat umum. Selain itu presedur naik pesawat yang ribet selama pandemi, publik juga memilih road trip, wisata menggunakan mobil pribadi singgah dari satu ke kota yang lain

Local Tourism

Pembatasan mobilitas manusia, juga membuat publik memilih wisata tidak jauh dari tempat mereka tinggal, apakah ke taman atau hanya bersepeda bersama di seputar tempat tinggal mereka. Local tourism ini juga bisa dimaknai sebagai wisatawan domestik. Indonesia belum membuka kunjungan wisatawan manca negara, karen itu wisatawan domestik menjadi kunci pemulihan sektor pariwisata di Indonesia.

Tentu ketiga model model wisata tersebut tetap harus mengedepankan protokol kesehatan yang ketat, selamat berlibur dan tetap jaga kesehatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s