Generasi Z (Gen Z) sedang menjadi pembahasan dan perbincangan utama dalam lanskap sosial, ekonomi, dan budaya Indonesia. Bukan hanya karena jumlah mereka yang besar, lebih dari seperempat populasi Indonesia berada di rentang usia Gen Z, tetapi juga karena posisi strategis mereka sebagai motor penggerak perubahan di Indonesia. Gen Z adalah generasi pertama yang benar-benar lahir dalam era digital, tumbuh bersama internet, media sosial, dan budaya global yang terkoneksi. Pola pikir dan perilaku mereka berbeda dari generasi sebelumnya: lebih cair, adaptif, kritis, serta menuntut makna di balik setiap aktivitas, baik dalam konsumsi, pekerjaan, maupun interaksi sosial.
Dalam konteks bisnis dan ekonomi, peran Gen Z juga sangat strategis. Mereka sudah menjadi konsumen utama bagi berbagai sektor, dari makanan dan minuman, fesyen, hingga teknologi keuangan dan hiburan digital. Mereka juga tampil sebagai pencipta tren melalui budaya media sosial, dan sebagian besar mulai masuk ke dunia kerja, menciptakan peluang sekaligus tantangan baru dalam dunia pendidikan, ketenagakerjaan, dan kebijakan publik. Dari sisi sosial, Gen Z kerap menjadi penggerak isu lingkungan, politik, kesetaraan, dan keadilan sosial. Hal ini menandakan bahwa memahami mereka bukan hanya penting bagi dunia bisnis, tetapi juga bagi pemerintah dan masyarakat luas.
Gen Z sering kali dipandang hanya sebatas urusan demografis saja, kadang juga dilihat dalam satu sudut pandang yang sama, padahal bila ditelah lebih dalam, Gen Z sesungguhnya sangat variatif. Mereka satu sama lain memiliki paradigma, nilai-nilai (values), dan perilaku yang tidak sama. Ketika para pebisnis dan pengambil kebijakan gagal memahami Gen Z secara lebih utuh maka cara mendekati dan membersamai mereka juga tidak akan pernah tepat.
Whitepaper selengkapnya bisa di unduh disini


Leave a comment